Pada tanggal 5 Maret 2025, SMA Katolik Sibolga mengadakan Misa Rabu Abu di Gereja Katedral St. Theresia Lisieux, Sibolga. Misa ini dipimpin oleh Pastor Purwo, yang dalam khotbahnya menekankan pentingnya memaafkan dan meminta maaf sebagai langkah awal memasuki masa Prapaskah. Dalam khotbahnya, Pastor Purwo mengajak Siswa/siswi dan bapak ibu guru untuk merenungkan makna pengampunan dalam kehidupan sehari-hari. Beliau menekankan bahwa memaafkan bukan hanya tentang melupakan kesalahan orang lain, tetapi juga tentang melepaskan beban negatif yang menghambat pertumbuhan rohani kita

Dengan memaafkan, kita membuka diri terhadap kasih Tuhan dan menciptakan ruang bagi kedamaian batin. Mengakui kesalahan dan memohon pengampunan adalah tindakan rendah hati yang mencerminkan kesadaran akan ketidaksempurnaan manusiawi kita. Langkah ini tidak hanya memperbaiki hubungan dengan sesama, tetapi juga memperdalam hubungan kita dengan Tuhan. Rabu Abu menandai mulainya masa Prapaskah, periode refleksi dan pertobatan bagi umat Katolik. Dengan menghayati pesan khotbah tentang memaafkan dan meminta maaf, umat diajak untuk menjalani masa ini dengan hati yang bersih dan terbuka terhadap pembaruan diri.Gereja Katedral St. Theresia Lisieux, sebagai pusat kegiatan rohani di Sibolga, rutin mengadakan misa dan kegiatan keagamaan lainnya. Semoga pesan khotbah ini menginspirasi kita semua untuk lebih mengedepankan sikap saling memaafkan dan rendah hati dalam kehidupan sehari-hari.









